Tuesday, 25 November 2014

Blackberry Ogah ke Tiongkok

Chief Executive Officer (CEO) BlackBerry, John Chen, mengatakan Asia merupakan pangsa pasar yang menggiurkan bagi para vendor untuk 'saling sikut' menjadi penguasa di dalamnya.
Begitu juga, bagi BlackBerry yang ingin menjadikan Asia sebagai kuda tunggangan, mengembalikan kejayaan vendor asal Kanada tersebut.
CEO Blackberry, John Chen
Namun, Chen menyatakan perusahaannya tidak menyasar pasar Tiongkok. Menurutnya, ada sedikit kekhawatiran atas keamanan informasi serta reaksi politk bila melanggar peraturan di negeri Tirai Bambu itu. Hal itu, akan berdampak pada meredupnya daya tarik BlackBery di mata dunia.

"Saya tidak ingin terjebak dalam arus politik (di Tiongkok)," ungkapnya yang menghadiri Forum Kerja sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC), seperti kutip dari laman Reuters, Sabtu 14 November 2014.

Ia mengungkapkan bahwa BlackBerry lebih tertarik untuk mengembangkan pasar di India dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

"Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menambahkan (market share) dalam ukuran wajar (di Tiongkok)," jelas Chen.

Pernyataan Chen ini, berbanding terbalik dengan ungkapan dia sebelumnya bulan lalu. Dia mengatakan, Tiongkok merupakan pasar yang begitu besar untuk diabaikan oleh sebuah vendor untuk agresif meluncurkan produk-produknya.

Bos BlackBerry tersebut, mengatakan perusahaannya akan terbuka untuk menjalin kemitraan bersama perusahaan di Asia. Hal ini menjadi sinyal, di mana rumor beberapa pekan terakhir, Lenovo Group Ltd akan melakukan akuisisi terhadap saham BlackBerry yang mengalami fluktuatif.

Selama kunjungannya di negeri Tirai Bambu itu, Chen melakukan sejumlah pertemuan seperti dengan pejabat pemerintahan Tiongkok, investor, operator telekomunikasi di Beijing. Selain itu, ia mengadakan pertemuan informasl dengan para petinggi Xiaomi, HTC, dan Lenovo.

Sunday, 23 November 2014

Erajaya Group Ditunjuk Jadi Partner Xiaomi

Untuk bisa menguasai pasar Indonesia, distributor memiliki faktor yang cukup besar untuk bisa menjembatani vendor dengan konsumen pelosok. Xiaomi pun menggandeng Erajaya Group sebagai distributor.
Peresmian kerja sama Xiaomi dan Erajaya Group
Erajaya merupakan salah satu dari dua perusahaan distributor yang digaet vendor smartphone asal Tiongkok itu. Sebagai strategic business partner, Erajaya Group, akan melibatkan PT Erajaya Swasembada sebagai importir produk Xiaomi, dan PT Teletama Artha Mandiri (TAM) sebagai retailer. 

“Kami ingin Konsumen di Indonesia memiliki berbagai channel alternatif untuk memperoleh produk Xiaomi. Kami yakin Erafone yang memiliki jaringan retail berskala nasional merupakan partner yang bisa diandalkan untuk membawa Xiaomi langsung ke tangan ned-user,” ujar Steve Vickers, General Manager, Xiaomi Southeast Asia, dalam keterangannya, Sabtu 15 November 2014.

Ini menandakan, produk Xiaomi akan tersedia di jaringan retail Erafone mulai hari ini, 15 November 2014. Keputusan untuk memasarkan Xiaomi di offline store Erafone merupakan langkah strategis yang diambil Xiaomi dan Erajaya untuk memperluas akses Konsumen terhadap produk Xiaomi. 
Sebelumnya Xiaomi hanya dipasarkan melalui jalur online store.

"Kami gembira Xiaomi telah menunjuk Erafone sebagai retail partner. Sejak awal kami memang telah menawarkan untuk turut memasarkan Xiaomi melalui offline store Erafone. Kami yakin pengalaman panjang Erafone dalam memasarkan brand multi-brand dan jaringan nasional Erafone akan memberikan nilai lebih buat Xiaomi," ujar Jeremy Sim, CEO Retail, Erajaya Group.

Hari ini, Sabtu 15 November 2014, peluncuran perdana pemasaran Xiaomi di retail offline Erafone akan dimulai di dua outlet, yaitu Erafone Megastore Mall Taman Anggrek dan AndroidNation Grand Indonesia. Pada hari berikutnya, Konsumen bisa memperoleh produk Xiaomi di seluruh jaringan outlet Erafone. Pada tahap awal produk yang akan di retail Erafone adalah Redmi 1S.

Sebagai distributor resmi, TAM juga membantu Xiaomi dengan layanan purna jual (after market service) yang menyediakan layanan terbaik kelas dunia untuk memberikan peace of mind bagi pengguna smartphone Xiaomi di Indonesia.

Friday, 21 November 2014

Ini Upaya Telkom Agar Startup Lokal Tak Diambil Asing

Perusahaan startup digital memang tumbuh dengan pesat di Indonesia. Sayangnya, banyak yang tidak bertahan lama, bahkan sampai jatuh ke tangan investor asing.
Seminar Telkom DDB Accelerator untuk startup lokal di Jakarta.
Achmad Sugiarto, Chief of Telkom DDB Accelerator, Sabtu 15 November 2014, mengungkapkan beberapa hal yang menjadi tantangan startup adalah kurangnya kemampuan teknis, pendanaan, ketidaktepatan target sasaran, hingga masalah jaringan.
Untuk itu, kata dia, dibutuhkan inovasi untuk membentuk akselerasi agar startup asli Indonesia bisa menjadi bagian dari aplikasi yang berkibar di negeri sendiri.

"Telkom saat ini memiliki DDB (Divisi Digital Business) Accelerator yang mengemas program bagi startup, mulai dari perencanaan hingga program aksi. Akselerasi ini lebih komprehensif ketimbang inkubasi yang harus melalui serangkaian proses yang ketat dan panjang," kata Anto, panggilan akrab Achmad  Sugiarto, dalam keterangan resminya.

Kata Anto, inkubasi dan akselerasi memiliki pengertian yang berbeda, dan DDB Accelerator bisa membantu startup mulai dari standarisasi, filterisasi, evaluasi oleh experience management, rekomendasi, positioning, mencari peluang, dan probabilitas, sehingga menjadi startup yang kompetitif.

"Di dalam DDB Acceerator ada inkubasi juga bagi startup yang baru dalam tahap penggalian ide dan gagasan. Lokasinya ada di tiga saluran yakni Bandung, Jakarta dan Yogyakarta. Ketika sudah jadi dan memiliki standar, barulah mereka akan dilempar ke DDB Accelerator untuk diakselerasi," ujarnya.

Untuk menjalankan program akselerasi tersebut, Telkom mengerahkan ekspertis dan professional baik dari dalam atau pun luar perusahaan. Misalnya, saat ini perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia itu memiliki 25 CEO di 25 anak perusahaan yang bisa menjadi mentor bagi para startup.

Selain itu, perusahaan yang bermarkas di Bandung ini juga mempunyai yayasan pendidikan yang akan mendukung penuh proses penggodokan startup, khususnya yang ke arah teknologi informasi komunikasi (TIK). Ada tiga akselerator yang akan dilibatkan, yakni Digital Life, Digital Commerce, dan Machine to Machine, yang siap memberikan evaluasi per minggu maupun per bulan.

Dijelaskannya, tujuan dari akselerasi ini adalah terbukanya peluang bagi aplikasi untuk menjadi produk Telkom. Bahkan, tidak menutup kemungkinan Telkom akan mengambil bagian dari kepemilikan saham.

Selain itu, Telkom telah membentuk anak perusahaan baru yang bertugas mencari investor untuk para startup dan bisa membawa bisnis startup menjadi bisnis yang besar, bahkan hingga initial public offering (IPO), atau penawaran perdana saham.

Wednesday, 19 November 2014

Assassin's Creed Unity Lemot, AMD Jadi Kambing Hitam

Ubisoft menuding AMD sebagai biang keladi lemotnya game Assassin's Creed Unity. Menurut mereka, CPU dan GPU buatan AMD lah yang menyebabkan frame rate game tersebut menjadi sangat rendah.
http://images.detik.com/content/2014/11/15/654/acu_hero.jpg"Kami menyadari bahwa buruknya performa grafis di Assassin Creed Unity versi PC disebabkan oleh kombinasi CPU dan GPU tertentu buatan AMD," tulis Ubisoft dalam keterangan resminya.

Mereka juga menambahkan bahwa tak semua gamer yang memainkan game ini di PC terkena masalah yang sama. Dan Ubisoft menyatakan bahwa mereka akan bekerja sama dengan AMD untuk memecahkan masalah ini. 

Anehnya, Ubisoft menyebutkan bahwa masalah ini hanya terjadi pada Assassin Creed Unity versi PC. Padahal masalah ini pun terjadi di PS4 dan Xbox One, yang juga menggunakan teknologi CPU dan GPU buatan AMD.

Dikutip dari Ubergizmo, Sabtu (15/11/2014), sejumlah pihak juga menyatakan bahwa penurunan angka fps ini juga terjadi di PC yang menggunakan GPU buatan Nvidia. 

Seperti diberitakan sebelumnya, tak lama setelah sekuel Assassin's Creed teranyar dirilis, sejumlah gamer mengeluhkan lemotnya game buatan Ubisoft itu. Maksudnya adalah jumlah frame per second (fps) yang berada di bawah standar, sehingga gerakannya terlihat patah-patah.

Monday, 17 November 2014

Bocah Pasuruan Ini Juara Lomba Robot Internasional di Beijing

Seperti vendor kebanyakan, Xiaomi mengandalkan partner manufaktur untuk merakit ponselnya. Pilihan Xiaomi jatuh kepada Foxconn.
http://images.detik.com/content/2014/11/15/398/124157_yasaattibadipasuruan2.jpgAlhasil ketika ditodong soal apakah ada rencana menjadikan Indonesia salah satu pabrik ponselnya, Xiaomi 'buang bodi' ke Foxconn. 

"Kami tak tahu apakah akan punya pabrik di Indonesia, karena itu tergantung dari rekanan kami seperti Foxconn," ujar Steve Vickers, GM Xiaomi Southeast Asia kepada saat pembukaan toko Xiaomi di Jakarta, Jumat (14/11/2014).

Sementara sebelumnya sempat santer terdengar bahwa Foxconn mau membangun pabriknya di Indonesia. Namun hingga kini kabar tersebut belum terealisasi. 

Seorang eksekutif Foxconn mengatakan bahwa itu lantaran aturan pajak di Indonesia belum menguntungkan untuk membangun pabrik ponsel.

"Tak masuk akal kan kalau biaya untuk produksi di sini (Indonesia) lebih mahal dibanding jika mengimpor bulat-bulat," ujar Charles Pan, Chief Investment Director Foxconn kepada kala itu.

Saturday, 15 November 2014

Samsung Galaxy Note Edge Hadirkan Edisi Premium

Tidak lama setelah peluncuran resmi Samsung Galaxy Note Edge, kini muncul versi Premium Edition.

Dilansir dari Phonesreview, Kamis (13/11/2014), sayangnya edisi khusus ini dihadirkan bagi mereka yang bertempat tinggal di Jerman.
Samsung Galaxy Note Edge Hadirkan Edisi Premium
Sesuai dengan namanya yang menyasar pasar premium high-end, Anda bisa memiliki ponsel teranyar dari negeri asal K-Pop itu senilai 899 euro atau sekitar Rp13,65 juta.

Jika mendengar kata-kata "Premium" yang disematkan pada sebuah handset, biasanya orang langsung merasa "segan". Tapi kali ini, Samsung melakukan hal yang berbeda dengan Galaxy Note Edge Premium Edition. 

Perangkat dengan layar penuh, dilengkapi EVO kartu micro SD 64GB, dan lengkap berikut penutup Dompet Flip. Pemilik juga akan mendapatkan buku berisi tips dan trik, garansi 3 tahun, dan berkesempatan untuk makan gratis selama Samsung Experience Day di markas Sammy Jerman. 

Bahkan, untuk 500 pembeli pertama akan diikut sertakan ke dalam undian Experience Day, dan hanya ada 20 kursi yang tersedia.

Sayang, untuk edisi khusus ini beberapa pengguna Samsung akan dikecewakan karena Galaxy Note Edge Premium Edition tidak memiliki Snapdragon 810 atau hardware baru. 

Moniker Premium tampaknya berlaku untuk barang tambahan, seperti perangkat itu sendiri. Meskipun begitu bukan hal yang buruk, mengingat Note Edge memiliki layar qHD 5,6 inci dengan sedikit melengkung, Snapdragon 805, 3GB RAM, dan 16MP di belakang dan 3.7MP kamera combo di bagian depan.

Bocah Pasuruan Ini Juara Lomba Robot Internasional di Beijing

Prestasi membanggakan diraih Akbar Nur Sultan (13), seorang siswa SMPN Kota Pasuruan. Akbar berhasil menyabet juara I Creative pada lomba robot kategori Excellence Technical Award tingkat internasional yang diselenggarakan International Robotic Olympiad Committee (IORC), Shinjhinsang, di Beijing.
http://images.detik.com/content/2014/11/15/398/124157_yasaattibadipasuruan2.jpg“Akbar yang merupakan peserta termuda berhasil membawa pulang piala dan medali, sebab rata-rata peserta sudah tingkat SMA," kata pembimbingnya, Armin Irawan, di rumah Akbar, Jumat (14/11/2014).

Menurut Armin, ada 12 murid dari berbagai sekolah yang berangkat mewakili Indonesia dalam lomba robot tersebut. Akbar sendiri berada dibawah bimbingan Jakarta Robot Center, satu tim bersama dua pelajar SMAN 1 Gresik.

Dalam lomba robot di Shinjhinsang, Beijing, tersebut dari hasil penjurian robot dari tim Akbar berhasil mendapatkan full point satu poin penuh karena selain menghabiskan biaya pembuatan yang murah yakni hanya Rp 6 juta, robot yang dirakit oleh tim Akbar sesuai dengan tema lomba yakni Global Warming. Robot milik tim Akbar ini menumbangkan robot-robot yang dirakit dengan biaya lebih dari Rp 100 juta.

“Dengan kemenangan ini rencananya Akbar akan dipilih kembali mewakili Indonesia dalam ajang lomba robot yang diselenggarakan Singapore Robotic Games, pada 21-25 Januari 2015 di Singapore,” terang Armin.

Armin mengatakan, sebelum ini Akbar sudah banyak mendapatkan piala dari berbagai macam perlombaan robot baik tingkat nasional maupun tingkat AsiaTenggara. Diantaranya Juara 3 Airrobocop Mikrokontroler di UNAIR 2013, Juara I Kategori Land Tracer Analog Singapore Solidarity Games 2014, Juara I Java Robot Contest di ITS Surabaya Maret 2014.

Bahkan dalam robot kontes tersebut, putra pasangan Nur Khudji (37) dan Sulitianawati (35) itu menyabet tiga juara sekaligus yakni pertama mendapat emas, kedua mendapat predikat penghargaan The Best Design dan dan piala bergilir dari menteri Mendikbud.